Kemacetan lalu lintas merupakan penyakit kronis di berbagai kota metropolitan, yang membuang jutaan jam kerja produktif dan menyumbang polusi udara signifikan. Kehadiran teknologi Internet of Things (IoT) membawa harapan baru bagi tata kelola transportasi yang lebih cerdas (Smart Mobility).
Sensor IoT yang dipasang pada lampu lalu lintas, aspal, dan kamera CCTV dapat mendeteksi volume kendaraan secara real-time. Data ini kemudian diolah menggunakan algoritma AI untuk mengatur durasi lampu hijau secara dinamis, menyesuaikan dengan kepadatan antrean di setiap simpang, bukan lagi menggunakan timer statis.
Selain itu, IoT memungkinkan implementasi sistem parkir pintar (smart parking). Pengemudi dapat melihat ketersediaan ruang parkir melalui aplikasi di ponsel mereka, mengurangi waktu yang terbuang untuk berputar-putar mencari tempat parkir yang merupakan salah satu penyumbang kemacetan tersembunyi.
Sistem transportasi cerdas ini harus didukung oleh integrasi dengan moda transportasi umum. Jika warga dapat dengan mudah melacak posisi bus atau kereta dan memprediksi waktu ketibaannya secara akurat, mereka akan lebih terdorong untuk beralih dari kendaraan pribadi, yang merupakan solusi jangka panjang yang paling berkelanjutan.